Tampilkan postingan dengan label Informasi. Tampilkan semua postingan

Kominfo Uji Samsung Galaxy S5 ?

Ilustrasi

Samsung memang masih membisu soal Galaxy S5. Namun di dunia maya, isu seputar ponsel anyar tersebut sudah ramai disuarakan. Termasuk soal kehadirannya di Indonesia.

Kementerian Kominfo sendiri diisukan tengah melakukan sertifikasi terhadap Galaxy S5. Pada situs Ditjen Sumber Daya dan Perangkat Pos Informatika (SDPPI) Kementerian Kominfo, diketahui telah mengurus sertifikasi ponsel terbaru Samsung dengan kode SM-G900H yang berasal dari manufaktur asal China, Vietnam, dan Korea Selatan.

Nah, menurut SamMobile, SM-G900H ini merupakan salah satu tipe dari Galaxy S5. Disebutkan ada empat tipe dari Galaxy S5. Yakni SM-G900A yang dibuat untuk operator AT&T, SM-G900S untuk Korea, SM-G900F untuk pasar Eropa, dan SM-G900H untuk Indonesia.

Samsung memang belum mengeluarkan pernyataannya soal kabar ini. Namun jika menengok ke belakang, kode untuk varian tersebut bisa saja benar.

Seri Galaxy S4 misalnya diberi kode GT-i9500, Galaxy S3 disebut GT-i9300, Galaxy S2 GT-i9100, serta Galaxy S versi pertama mengusung kode nama GT-i9000.

SamMobile menyebutkan Galaxy S5 akan memiliki layar 5,25 inch 2560×1440. Pada bagian belakangnya, disematkan kamera 16 megapixel. Prosesor yang menjadi otaknya bisa Exynos 6 atau Snapdragon 805, bergantung ada tidaknya dukungan 4G LTE pada ponsel tersebut.

Untuk sistem operasi, Galaxy S5 diperkirakan sudah bisa mencicipi Android KitKat nantinya. Semua fitur tersebut akan terbalut dalam dua pilihan material casing. Ya, sumber tersebut mengatakan Samsung akan menawarkan dua versi Galaxy S5 yakni yang berbahan metal dan satunya lagi casing plastik.

Tampaknya Samsung akan mengikuti jejak Apple dengan menawarkan dua versi ponsel. Tentu Anda masih ingat, Apple beberapa waktu lalu menawarkan iPhone 5C yang bermaterial plastik, dan iPhone 5S yang lebih premium.

Sumber : detikInet
Senin, 03 Februari 2014
Posted by Unknown

Kominfo Dorong Tablet Lokal Rp 800 Ribuan


Jakarta - Ramai-ramai berita mengenai rencana Foxconn membangun pabriknya di Indonesia ternyata ikut menggugah Kementerian Kominfo untuk ikut mendorong lahirnya pabrik yang memproduksi perangkat lokal.

“Sebetulnya pabrik yang merakit ponsel sudah ada di Batam. Sekarang yang kita rintis adalah pabrik untuk memproduksi tablet lokal dan berharga terjangkau untuk mahasiswa,” ujar Menkominfo Tifatul Sembiring, di kantornya, Kamis (30/1/2014).

Tifatul menjelaskan pabrik yang dimaksud merupakan hasil kerjasama antara Kamar Dagang Indonesia (KADIN) dengan beberapa pengusaha swasta. Sayangnya, menteri tak menjelaskan lebih detil mengenai rencana tersebut.

“Nantinya kita inginkan agar pabrik ini bisa menghasilkan tablet dengan harga Rp 800 ribuan. Sehingga bisa dipakai oleh mahasiswa dan masyarakat awam,” sebutnya.

Memang tablet ini tak menjamin seratus persen akan dibenamkan dengan komponen lokal. Pasalnya, kata Tifatul, selama masih bisa dibeli dari luar, mengapa harus memaksakan diri untuk dikerjakan semua di dalam negeri.

“Bisa saja desainnya dari luar, kita yang tinggal merakitnya. Atau komponen penting seperti prosesor beli di luar, intinya tak semua harus dikerjakan di Indonesia. Ingin seperti China atau Amerika Serikat? Itu susah mengejarnya,” tandas menteri asal PKS tersebut.

dikutip dari : Detik Inet
Sabtu, 01 Februari 2014
Posted by Unknown

Ada Samsung Dibalik Penjualan Motorola ke Lenovo ?



 Lenovo telah mengumumkan kesepakatan dengan Google untuk membeli divisi handset Motorola senilai 2,91 miliar dollar AS atau sekitar Rp 35 trilliun. Pembelian tersebut merupakan transaksi teknologi terbesar yang dilakukan Lenovo sejauh ini.

Sebelumnya, memang telah terdapat "tanda-tanda" bahwa Google akan melepas Motorola setelah mengakuisisi perusahaan ini pada 2012 lalu senilai 12,5 miliar dollar AS. Ketika itu, banyak yang menduga bahwa tujuan Google tak lain adalah menguasai portfolio paten mobile milik Motorola yang berjumlah sekitar 17.000.

Tapi alasan sebenarnya mungkin lebih dari itu. Christopher Mims dari Quartz menduga bahwa dulu Google membeli Motorola untuk mengimbangi Samsung yang telah meraksasa di ranah Android.

Hubungan antara Google dan Samsung memang agak unik. Di satu sisi, Google diuntungkan oleh penyebarluasan Android lewat handset Samsung. Akan tetapi, posisi Samsung yang terlalu mendominasi ekosistem Android disinyalir membuat khawatir raksasa internet itu.

Di sisi lain, Samsung telah menunjukkan sinyalemen bahwa pihaknya tak mau terlalu tergantung dengan platform Android besutan Google. Hubungan Samsung-Google menegang setelah Google membeli divisi handset Motorola, terlebih setelah Motorola menelurkan model-model Android ciamik seperi Moto X dan Moto G.

Akusisi atas Motorola menjadikan Google bukan hanya kawan Samsung, tapi juga lawannya secara langsung di bisnis perangkat keras. Produsen elektronik Korea tersebut lantas meningkatkan tekanan terhadap Google dengan merilis OS mobile buatan sendiri dengan nama Tizen.

Rujuk

Belakangan, Samsung dan Google terlihat "rujuk" melalui kerja sama lisensi paten. Minggu ini Samsung juga menyatakan bakal berhenti menyediakan layanan yang serupa milik Google di handset buatannya.

Layanan dimaksud antara lain toko aplikasi Samsung Hub dan Media Hub yang ditempatkan di muka interface berbagai seri handset Galaxy. Kedua layanan tersebut mengancam layanan Google Play dan media library di Android karena memiliki fungsi yang mirip.

Samsung juga menebar berbagai aplikasi inti yang serupa dengan pilihan default di Android, termasuk browser, sistem e-mail, notifikasi, messaging, dan lain-lain. Akibatnya, pengguna handset Samsung harus memilih aplikasi mana yang akan dipakai: milik Samsung atau Google?

Kini, dengan berhentinya Samsung meniru layanan-layanan tersebut, kebingungan tak akan terjadi lagi. Segera setelah pemberitahuan Samsung, Google mengumumkan bakal menjual Motorola ke Lenovo sehingga tak lagi menjadi pesaing Samsung di bisnis handset.

Apakah ada kaitan di balik penjualan Motorola dengan perjanjian kerjasama Google-Samsung? Apakah itu harga yang harus "dibayar" agar Samsung setia dengan Android?

Motorola di Lenovo

Lalu, apa yang akan terjadi dengan Motorola setelah dibeli Lenovo? Produsen asal China ini memiliki posisi yang kuat di negara-negara berkembang, sementara Moto G banyak disebut sebagai handset Android murah terbaik.

Dengan membeli Motorola, Lenovo membuka jalan ke wilayah-wilayah pasar di Amerika Tengah dan Utara dimana Moto X dan Moto G disambut baik oleh konsumen. Boleh jadi, Lenovo akan memperbarui Moto X dan Moto G tahun ini, dan menjadikannya sebagai produk andalan.

"Kami akan menggunakan mereknya (Motorola) untuk meningkatkan bisnis kami. Brand Motorola juga sangat kuat di China," ujar CEO Lenovo Yang Yuanqing.

Apapun yang dilakukan Lenovo, Google akan menciptakan kompetitor untuk Samsung yang dikepalai oleh mantan orang Google (CEO Motorola Dennis Woodside), setidaknya untuk saat ini. Lenovo yang juga merupakan produsen PC terbesar di dunia pun telah terbukti mampu sukses di bisnis hardware dengan margin tipis.

sumber : kompas.com
Kamis, 30 Januari 2014
Posted by Unknown

My Time

Recent Coment

Total Pageviews

Diberdayakan oleh Blogger.

Best viewed in Google Chrome - Resolution 1366 x 768 - Author by Indra 97

- Copyright © Indra Tips - Powered by Blogger - Original Designed by Johanes Djogan -