Tampilkan postingan dengan label Hot Tekno. Tampilkan semua postingan

Sejarah dan Perkembangan Linux OS



Linux (diucapkan ˈlɪnəks atau /ˈlɪnʊks/)[1] adalah nama yang diberikan kepada sistem operasi komputer bertipe Unix. Linux merupakan salah satu contoh hasil pengembangan perangkat lunak bebas dan sumber terbuka utama. Seperti perangkat lunak bebas dan sumber terbuka lainnya pada umumnya, kode sumber Linux dapat dimodifikasi, digunakan dan didistribusikan kembali secara bebas oleh siapa saja.[2]
Nama "Linux" berasal dari nama pembuatnya, yang diperkenalkan tahun 1991 oleh Linus Torvalds. Sistemnya, peralatan sistem danpustakanya umumnya berasal dari sistem operasi GNU, yang diumumkan tahun 1983 oleh Richard Stallman. Kontribusi GNU adalah dasar dari munculnya nama alternatif GNU/Linux.[3]
Linux telah lama dikenal untuk penggunaannya di server, dan didukung oleh perusahaan-perusahaan komputer ternama seperti Intel, Dell,Hewlett-Packard, IBM, Novell, Oracle Corporation, Red Hat, dan Sun Microsystems. Linux digunakan sebagai sistem operasi di berbagai macam jenis perangkat keras komputer, termasuk komputer desktop, superkomputer,[4], dan sistem benam seperti pembaca buku elektronik, sistem permainan video (PlayStation 2, PlayStation 3 dan XBox[5]), telepon genggam dan router. Para pengamat teknologi informatika beranggapan kesuksesan Linux dikarenakan Linux tidak bergantung kepada vendor (vendor independence), biaya operasional yang rendah, dan kompatibilitas yang tinggi dibandingkan versi UNIX tak bebas, serta faktor keamanan dan kestabilannya yang tinggi dibandingkan dengan sistem operasi lainnya seperti Microsoft Windows. Ciri-ciri ini juga menjadi bukti atas keunggulan model pengembangan perangkat lunak sumber terbuka (opensource software).
Sistem operasi Linux yang dikenal dengan istilah distribusi Linux (Linux distribution) atau distro Linux umumnya sudah termasuk perangkat-perangkat lunak pendukung seperti server web, bahasa pemrograman, basisdata, tampilan desktop (desktop environment) seperti GNOME,KDE dan Xfce juga memiliki paket aplikasi perkantoran (office suite) seperti OpenOffice.org, KOffice, Abiword, Gnumericdan LibreOffice.

Daftar isi
  [sembunyikan]
• 1 Sejarah
• 2 Logo Linux
o 2.1 Proyek GNU
o 2.2 MINIX
• 3 Pengucapan
• 4 Desain
o 4.1 Antarmuka pengguna
• 5 Pengembangan
o 5.1 Komunitas
o 5.2 Pemrograman di Linux
• 6 Penggunaan
o 6.1 Komputer meja
• 7 Hak cipta dan merek dagang
• 8 Distribusi Linux
• 9 Aplikasi sistem operasi Linux
• 10 Pasar serta kemudahan pemakaian
o 10.1 Instalasi
o 10.2 Konfigurasi
o 10.3 Dukungan
• 11 Skala usaha pembangunan Linux
• 12 "GNU/Linux"
• 13 Tindakan Undang-undang (Litigasi)
• 14 Lihat pula
• 15 Referensi
• 16 Bacaan tambahan
• 17 Bahan rujukan
• 18 Pranala luar

[sunting]Sejarah



Richard Stallman, pendiri proyek GNU, dan Linus Torvalds, pembuat kernel Linux

Sistem operasi Unix dikembangkan dan diimplementasikan pada tahun 1960-an dan pertama kali dirilis pada 1970. Faktor ketersediaannya dan kompatibilitasnya yang tinggi menyebabkannya dapat digunakan, disalin dan dimodifikasi secara luas oleh institusi-institusi akademis dan pada pebisnis.
[sunting]Logo Linux
Logo Linux (Tux) dimulai saat Linus Torvalds sedang berjalan-jalan di taman Perth. Saat sedang berjalan itu lah Linus Torvalds di patok oleh sekor Pinguin dan demam selama berhari. Ia berfikir bahwa karakter pinguin cocok untuk menjadi logo dari sistem operasi barunya itu. Maka diadakan sebuah kompetisi untuk mendesain Logo Linux yang baru, dan kompetisi itu dimenangkan oleh Larry Ewing yang berhasil menggambarkan seekor pinguin yang sedang duduk.
[sunting]Proyek GNU
Proyek GNU yang mulai pada 1984 memiliki tujuan untuk membuat sebuah sistem operasi yang kompatibel dengan Unix dan lengkap dan secara total terdiri atas perangkat lunak bebas.[6] Tahun 1985, Richard Stallman mendirikan Yayasan Perangkat Lunak Bebas dan mengembangkan Lisensi Publik Umum GNU (GNU General Public License atau GNU GPL). Kebanyakan program yang dibutuhkan oleh sebuah sistem operasi (seperti pustaka, kompiler, penyunting teks, shell Unix dan sistem jendela) diselesaikan pada awal tahun 1990-an, walaupun elemen-elemen tingkat rendah seperti device driver, jurik dan kernel masih belum selesai pada saat itu.[7] Linus Torvalds pernah berkata bahwa jika kernel GNU sudah tersedia pada saat itu (1991), dia tidak akan memutuskan untuk menulis versinya sendiri.[8]
[sunting]MINIX
MINIX, sebuah sistem bertipe Unix yang ditujukan untuk penggunaan akademis dirilis oleh Andrew S. Tanenbaum pada tahun 1987. Kode sumber MINIX 1.0 tercantum dalam bukunyaOperating Systems: Design and Implementation. Walaupun dapat secara mudah didapatkan, modifikasi dan pendistribusian ulang tidak diperbolehkan pada saat itu. Hak cipta dari kode sumbernya termasuk ke dalam hak cipta dari bukunya yang dipublikasikan oleh Prentice Hall. Sebagai tambahan, disain versi 16-bit dari MINIX kemudian tidak secara baik diadaptasikan kepada versi 32-bit dari arsitektur Intel 386 yang murah dan populer yang digunakan secara luas di komputer pribadi.
Tahun 1991, Torvalds mulai bekerja untuk membuat versi non-komersial pengganti MINIX sewaktu ia belajar di Universitas Helsinki.[9] Hasil kerjaannya itu yang kemudian akan menjadikernel Linux.
Pada tahun 1992, Tanembaum menulis sebuah artikel di Usenet, mengklaim bahwa Linux sudah ketinggalan zaman. Dalam artikelnya, ia mengkritik Linux sebagai sebuah sistem operasi dengan rancangan monolitik dan terlalu terpaku dengan arsitektur x86 sehingga tidak bersifat portable, di mana digambarkannya sebagai sebuah "kesalahan mendasar".[10]Tanenbaum menyarankan bahwa mereka yang menginginkan sebuah sistem operasi modern harus melihat kepada sebuah rancangan yang berdasarkan kepada model mikrokernel. Tulisan tersebut menekankan tanggung jawab Torvalds yang berujung kepada sebuah debat tentang rancangan kernel monolitik dan mikrokernel.[10]
Sekarang ini Linux telah digunakan di berbagai domain, dari sistem benam[11] sampai superkomputer,[12] dan telah mempunyai posisi yang aman dalam instalasi server web dengan aplikasi LAMP-nya yang populer.[13] Pengembangan kernel Linux masih dilanjutkan oleh Torvalds, sementara Stallman mengepalai Yayasan Perangkat Lunak Bebas yang mendukung pengembangan komponen GNU. Selain itu, banyak individu dan perusahaan yang mengembangkan komponen non-GNU. Komunitas Linux menggabungkan dan mendistribusikan kernel, komponen GNU dan non-GNU dengan perangkat lunak manajemen paket dalam bentuk distribusi Linux.
[sunting]Pengucapan
Pada tahun 1992, Torvalds menjelaskan bagaimana ia mengeja kata Linux:
“ 'li' dieja dengan bunyi [ee] pendek, 'nux' juga pendek, non-diftong, seperti dalam pUt. Linux hanya merupakan nama kerja untuk sesuatu, dan karena saya menulisnya untuk menggantikan minix di sistemku, hasilnya adalah apa adanya... linus' minix menjadi linux. ”
Torvalds membuat sebuah contoh audio yang berisi suara bagaimana pengejaannya dalam bahasa Inggris dan Swedia.[14][15] Tetapi, sebuah wawancara dari dokumentasi tahun 2001Revolution OS mengindikasikan bahwa cara pengejaannya sedikit berubah.[16]
Dalam bahasa Inggris, banyak orang cenderung mengeja Linux sebagai [ˈlɪnʊks] atau [ˈlɪnəks].
[sunting]Desain
Linux merupakan sistem operasi bertipe Unix modular. Linux memiliki banyak disain yang berasal dari disain dasar Unix yang dikembangkan dalam kurun waktu 1970-an hingga 1980-an. Linux menggunakan sebuah kernel monolitik, kernel Linux yang menangani kontrol proses, jaringan, periferal dan pengaksesan sistem berkas. Device driver telah terintegrasi ke dalam kernel.
Banyak fungsi-fungsi tingkat tinggi di Linux ditangani oleh proyek-proyek terpisah yang berintegrasi dengan kernel. Userland GNU merupakan sebuah bagian penting dari sistem Linux yang menyediakan shell dan peralatan-peralatan yang menangani banyak fungsi-fungsi dasar sistem operasi. Di atas kernel, peralatan-peralatan ini membentuk sebuah sistem Linux lengkap dengan sebuah antarmuka pengguna grafis yang dapat digunakan, umumnya berjalan di atas X Window System.
[sunting]Antarmuka pengguna
Lihat pula: Antarmuka pengguna
Linux dapat dikendalikan oleh satu atau lebih antarmuka baris perintah (command line interface atau CLI) berbasis teks, antarmuka pengguna grafis (graphical user interface atau GUI, yang umumnya merupakan konfigurasi bawaan untuk versi desktop).
Pada komputer meja, GNOME, KDE dan Xfce merupakan antarmuka pengguna yang paling populer,[17] walaupun terdapat sejumlah varian antarmuka pengguna. Antarmuka pengguna yang paling populer berjalan di atas X Window System (X), yang menyediakan transparansi jaringan yang memperolehkan sebuah aplikasi grafis berjalan di atas satu mesin tetapi ditampilkan dan dikontrol di mesin yang lain.
GUI yang lain memiliki X window manager seperti FVWM, Enlightenment, Fluxbox, Icewm dan Window Maker. Manajer jendela menyediakan kontrol untuk penempatan dan penampilan dari jendela-jendela aplikasi individual serta interaksi dengan sistem jendela X.
Sebuah sistem Linux umumnya menyediakan sebuah antarmuka baris perintah lewat sebuah shell, yang merupakan cara tradisional untuk berinteraksi dengan sebuah sistem Unix. Sebuah distro Linux yang dikhususkan untuk lingkungan peladen mungkin hanya memiliki CLI sebagai satu-satunya antarmuka. Sebuah sistem yang tidak memiliki monitor hanya dapat dikontrol melalui baris perintah lewat protokol seperti SSH atau telnet.
Kebanyakan komponen tingkat rendah Linux, termasuk GNU Userland, menggunakan CLI secara ekslusif. CLI cocok untuk digunakan pada lingkungan otomasi tugas-tugas yang repetitif atau tertunda, dan menyediakan komunikasi inter-proses yang sangat sederhana. Sebuah program emulator terminal grafis sering digunakan untuk mengakses CLI dari sebuah Linux desktop.
[sunting]Pengembangan
 Artikel utama untuk bagian ini adalah: Distribusi Linux
Berkas:Unix history.svg
Sebuah ringkasan sejarah sistem operasi-sistem operasi bertipe Unixmenunjukkan asal usul Linux. Perhatikan walaupun memiliki konsep dan disain arsitektur yang sama, Linux tidak memiliki kode sumber yang tidak bebas seperti halnya Unix atau Minix.
Perbedaan utama antara Linux dan sistem operasi populer lainnya terletak pada kernel Linux dan komponen-komponennya yang bebas dan terbuka. Linux bukan satu-satunya sistem operasi dalam kategori tersebut, walaupun demikian Linux adalah contoh terbaik dan terbanyak digunakan. Beberapa lisensi perangkat lunak bebas dan sumber terbuka berdasarkan prinsip-prinsip copyleft, sebuah konsep yang menganut prinsip: karya yang dihasilkan dari bagian copyleft harus juga merupakan copyleft. Lisensi perangkat lunak bebas yang paling umum, GNU GPL, adalah sebuah bentukcopyleft, dan digunakan oleh kernel Linux dan komponen-komponen dari proyek GNU.
Sistem Linux berkaitan erat dengan standar-standar POSIX,[18] SUS,[19] ISO dan ANSI. Akan tetapi, baru distribusi Linux-FT saja yang mendapatkan sertifikasi POSIX.1.[20]
Proyek-proyek perangkat lunak bebas, walaupun dikembangkan dalam bentuk kolaborasi, sering dirilis secara terpisah. Akan tetapi, dikarenakan lisensi-lisensi perangkat lunak bebas secara eksplisit mengijinkan distribusi ulang, terdapat proyek-proyek yang bertujuan untuk mengumpulkan perangkat lunak-perangkat lunak tersebut dan menjadikannya tersedia dalam waktu bersamaan dalam suatu bentuk yang dinamakan distribusi Linux.
Sebuah distribusi Linux, yang umum disebut dengan "distro", adalah sebuah proyek yang bertujuan untuk mengatur sebuah kumpulan perangkat lunak berbasis Linux dan memfasilitasi instalasi dari sebuah sistem operasi Linux. Distribusi-distribusi Linux ditangani oleh individu, tim, organisasi sukarelawan dan entitas komersial. Distribusi Linux memiliki perangkat lunak sistem dan aplikasi dalam bentuk paket-paket dan perangkat lunak yang spesifik dirancang untuk instalasi dan konfigurasi sistem. Perangkat lunak tersebut juga bertanggung jawab dalam pemutakhiran paket. Sebuah Distribusi Linux bertanggung jawab atas konfigurasi bawaan, sistem keamanan dan integrasi secara umum dari paket-paket perangkat lunak sistem Linux.
[sunting]Komunitas


Sebuah sesi baris perintah menggunakanbash.
Linux dikendalikan oleh pengembang dan komunitas penggunanya. Beberapa vendor mengembangkan dan mendanai distribusi mereka sendiri dengan dasar kesukarelaan. Debian merupakan contoh yang bagus. Yang lain memiliki versi komunitas dari versi komersialnya seperti yangRed Hat lakukan dengan Fedora.
Di banyak kota dan wilayah, asosiasi lokal yang dikenal dengan nama Kelompok Pengguna Linux (Linux Users Group atau LUG) mempromosikan Linux dengan mengadakan pertemuan, demonstrasi, pelatihan, dukungan teknis dan instalasi sistem operasi Linux secara gratis. Ada banyak juga komunitas Internet yang menyediakan dukungan terhadap pengembang dan pengguna Linux. Banyak proyek distribusi dan perangkat lunak sumber terbuka yang memiliki ruang percakapan IRC atau newsgroup. Forum daring merupakan bentuk lain untuk mendapatkan dukungan, contoh: LinuxQuestions.org dan forum Gentoo. Distribusi Linux memiliki [milis]] dengan pembagian topik seperti penggunaan atau pengembangan.
Ada beberapa situs web teknologi yang berfokuskan kepada Linux. Linux Weekly News adalah sebuah cernaan mingguan dari berita-berita yang berkaitan dengan Linux. Sementara itu Linux Journal merupakan majalah Linux daring yang dirilis setiap bulan. Slashdot adalah situs web berita yang berhubungan dengan teknologi yang memiliki banyak berita tentang Linux dan perangkat lunak bebas. Groklaw memiliki berita mendalam tentang kemajuan Linux dan memiliki banyak artikel yang berhubungan dengan kernel Linux serta hubungannya dengan GNUdalam proyek GNU. Majalah Linux cetakan umumnya memiliki cakram sampul yang memuat perangkat lunak atau bahkan distribusi Linux lengkap.[21][22]
Walaupun Linux secara umum tersedia secara gratis, beberapa perusahaan besar menjalani model bisnis yang terdiri dari penjualan, dukungan dan kontribusi terhadap Linux dan perangkat lunak bebas; ini termasuk Dell, IBM, HP, Sun Microsystems, Novell, dan Red Hat. Lisensi perangkat lunak bebas di mana digunakan Linux secara eksplisit mengakomodasi komersialisasi; hubungan antara Linux dan vendor-vendor individual dapat dilihat sebagai suatu simbiosis. Satu model bisnis yang umum dari pemasok komersial yaitu dengan mengenakan biaya atas dukungan khususnya terhadap pengguna-pengguna kalangan bisnis. Sejumlah perusahaan menawarkan versi bisnis dari distribusi Linux mereka, antara lain berupa dukungan atas paket-paket tak bebas dan alat bantu untuk mengatur sejumlah besar instalasi atau untuk memudahkan tugas-tugas administratif. Model bisnis yang lain adalah dengan memberikan perangkat lunak secara gratis untuk penjualan perangkat keras.
[sunting]Pemrograman di Linux
Sebagian besar distribusi Linux mendukung banyak bahasa pemrograman. Koleksi peralatan untuk membangun aplikasi dan program-program sistem operasi yang umum terdapat di dalam GNU toolchain, yang terdiri atas GNU Compiler Collection (GCC) dan GNU build system. GCC menyediakan kompilator untuk Ada, C, C++, Java, dan Fortran. Kernel Linux sendiri ditulis untuk dapat dikompilasi oleh GCC. Kompilator tak bebas (proprietary) untuk Linux antara lain adalah Intel C++ Compiler dan IBM XL C/C++ Compiler.
Kebanyakan distribusi juga memiliki dukungan untuk Perl, Ruby, Python dan bahasa pemrograman dinamis lainnya. Contoh bahasa pemrograman yang tidak umum tetapi tetap mendapat dukungan di Linux antara lain adalah C# dengan proyek Mono yang disponsori oleh Novell, dan Scheme. Sejumlah Java Virtual Machine dan peralatan pengembang jalan di Linux termasuk Sun Microsystems JVM (HotSpot), dan J2SE RE IBM, serta proyek-proyek sumber terbuka lainnya seperti Kaffe. Dua kerangka kerja utama untuk pengembangan aplikasi grafis di Linux adalah GNOME dan KDE. Proyek-proyek ini berbasiskan GTK+ dan Qt. Keduanya mendukung beragam bahasa pemrograman. Untuk Integrated development environment terdapat Anjuta, Code::Blocks, Eclipse, KDevelop, Lazarus, MonoDevelop, NetBeans, dan Omnis Studio, sedangkan penyunting teks yang telah lama tersedia adalah Vimdan Emacs.[23]
[sunting]Penggunaan
Sebagian besar distribusi Linux didisain untuk penggunaan umum di komputer meja dan peladen, tetapi terdapat distribusi yang dikhususkan untuk tujuan dan lingkungan yang berbeda yang tergantung kepada dukungan arsitektur komputer, sistem benam, stabilitas, keamanan, lokalisasi ke wilayah atau bahasa tertentu, kelompok pengguna tertentu, dukungan aplikasi waktu nyata, atau lingkungan desktop tertentu. Beberapa distribusi bahkan mengikutkan hanya perangkat lunak bebas. Sekarang ini ada sekitar tiga ratus distribusi yang secara aktif dikembangkan, dengan sekitar selusin distribusi yang menjadi terpopuler untuk penggunaan secara umum.[24]
Linux adalah sistem operasi yang di-porting secara luas. Kernel Linux awalnya didisain hanya untuk mikroprosesor Intel 80386, sekarang kernel Linux telah jalan di beragam arsitektur komputer antara lain di perangkat hand-held iPAQ berbasis ARM, komputer mainframe IBM System z9, dari peralatan berupa telepon bergerak hingga superkomputer.[25] Terdapat distribusi yang dikhususkan untuk sejumlah kecil arsitektur. Fork kernel ELKS dapat dijalankan di mikroprosesor 16-bit Intel 8086 atau Intel 80286, sementara fork kernel µClinux dapat dijalankan di atas sistem yang tidak memiliki sebuah unit manajemen memori.
[sunting]Komputer meja
 Artikel utama untuk bagian ini adalah: Linux untuk komputer meja
Walaupun masih terdapat kekurangan dalam hal porting Linux untuk beberapa perangkat lunak Mac OS X dan Microsoft Windows untuk domain seperti desktop publishing[26] dan audio profesional,[27][28][29] aplikasi yang secara kasar sama dengan aplikasi-aplikasi untuk Mac dan Windows tersebut tersedia di Linux.[30]
Kebanyakan distribusi Linux menyediakan sebuah program untuk melihat daftar ribuan perangkat lunak bebas yang telah diuji dan dikonfigurasi untuk sebuah distribusi yang spesifik. Program-program bebas ini dapat diunduh dan diinstal dengan satu klik tetikus dan sebuah tanda tangan digital menjamin bahwa tidak ada seorangpun yang menambahkan virus atauspyware ke program-program tersebut.
Banyak perangkat lunak bebas yang populer di Windows seperti Pidgin, Mozilla Firefox, OpenOffice.org dan GIMP. Jumlah perangkat lunak berbayar di Linux juga semakin bertambah[31]seperti Adobe Flash Player, Acrobat Reader, Matlab, Nero Burning ROM, Opera, RealPlayer, dan Skype. Dalam animasi dan efek visual, terdapat juga perangkat lunak di Linux seperti halnya Windows seperti AutoDesk Maya, Softimage XSI dan Apple Shake. CrossOver merupakan perangkat lunak berbayar berbasis proyek sumber terbuka Wine yang dapat menjalankan versi lama dari Microsoft Office dan Adobe Photoshop. Microsoft Office 2007 dan Adobe Photoshop CS3 diketahui dapat dijalankan[32][33]

[sunting]Hak cipta dan merek dagang
Linux kernel dan sebagian besar perangkat lunak GNU menggunakan GNU General Public License (GPL) sebagai basis lisensinya. GPL mengharuskan siapapun yang mendistribusikan kernel linux harus membuat kode sumber (dan semua modifikasi atas itu) tersedia bagi pengguna dengan kriteria yang sama. Tahun 1997, Linus Torvald menyatakan, “Menjadikan Linux berbasis GPL sungguh merupakan hal terbaik yang pernah saya lakukan.”[34] Komponen penting lain dalam sistem Linux diijinkan menggunakan lisensi selain dari GPL; banyak pustaka menggunakan GNU Lesser General Public License (LGPL), varian GPL yang lebih moderat, dan sistem X Window System menggunakan MIT License.
Linus Torvald telah menyatakan ke khayalak umum bahwa ia tidak akan memindahkan lisensi kernel Linux yang saat ini menggunakan GPL versi 2 ke GPL versi 3, yang ditembangkan pada pertengahan tahun 2007, dengan alasan beberapa ketentuan yang terdapat pada lisensi baru tersebut melarang penggunaan perangkat lunak dalam manajemen hak digital (Inggris:Digital rights management).[35][36]
Penelitian yang dilakukan pada tahun 2001 terhadap Red Hat Linux 7.1 menemukan bahwa distro perangkat lunak tersebut terdiri atas 30 juta baris kode. Dengan menggunakan algoritma model biaya konstruktif (Inggris:Constructive Cost Model), penelitian itu memperkirakan bahwa distro tersebut membutuhkan waktu kira-kira delapan ribu tahun kerja untuk mengembangkannya. Menurut penelitian tersebut, jika semua elemen dari perangkat lunak tersebut dikembangkan dengan cara konvensional dalam artian sebagai perangkat lunak tertutup, pengembangan distro tersebut akan menelan biaya sebesar 1,08 miliar dolar (basis nilai tukar dolar tahun 2000) untuk dikembangkan di Amerika Serikat.[37]
Sebagian besar kode (71%) ditulis dengan menggunakan bahasa pemrograman C, namun banyak bahasa lainnya juga ikut terlibat seperti C++, Assembly, Perl, Python, Fortran, dan berbagai bahasa skrip lain. Lebih dari separuh dari seluruh kode dilisensikan di bawah naungan GPL. Kernel linux itu sendiri terdiri atas 2,4 juta baris kode, atau sekitar 8% dari total keseluruhan.[37]
Penelitian lainnya menghasilkan analisis yang sama terhadap distro Debian GNU/Linux versi 4.0.[38] Distro tersebut terdiri atas lebih dari 283 juta baris kode, dan penelitian tersebut memperkirakan biaya pengembangan yang dibutuhkan sebesar 5,4 miliar euro jika dikembangkan sebagai perangkat linak tertutup.
Di Amerika Serikat, Linux merupakan merek dagang (SN: 1916230) yang dimiliki oleh Linus Torvalds. Linux terdaftar sebagai "Program sistem operasi komputer bagi penggunaan komputer dan operasi". Merek dagang ini didaftarkan setelah ada suatu kejadian di mana seorang pemalsu bernama William R Della Croce Jr mulai mengirim surat kepada para distributor Linux dan megklaim trademark Linux adalah hakmiliknya serta meminta royalti sebanyak 10% dari mereka. Para distributor Linux mulai mendorong agar trademark yang asli diberikan kepada Linus Torvalds. Pemberian lisensi trademark Linux sekarang dibawah pengawasan Linux Mark Institute.
[sunting]Distribusi Linux
Lihat juga Distribusi Linux
Terdapat banyak distribusi Linux (lebih dikenali sebagai distro) yang dibuat oleh individu, grup, atau lembaga lain. Masing-masing disertakan dengan program sistem dan program aplikasi tambahan, di samping menyertakan suatu program yang memasang keseluruhan sistem di komputer (installer program).
Inti di setiap distribusi Linux adalah kernel, koleksi program dari proyek GNU (atau proyek lain), cangkang (shell), dan aturcara utilitas seperti pustaka (libraries), kompilator, danpenyunting (editor). Kebanyakan sistem juga menyertakan aturcara dan utilitas yang bukan-GNU. Bagaimanapun, utilitas tersebut dapat dipisahkan dan sistem ala UNIX masih tersedia. Beberapa contoh adalah aturcara dan utiliti dari BSD dan sistem grafik-X (X-Window System). X menyediakan antarmuka grafis (GUI) yang umum untuk Linux.
Contoh-contoh distribusi Linux :
Ubuntu dan derivatifnya : Sabily (Ubuntu Muslim Edition), Kubuntu, Xubuntu, Edubuntu, GoBuntu, Gnewsense, ubuntuCE
SuSE
Fedora
BackTrack
Mandriva
Slackware
Debian
PCLinuxOS
Knoppix
Xandros
Sabayon
CentOS
Red Hat
ClearOS
Chromeos
[sunting]Aplikasi sistem operasi Linux
Pengguna Linux, yang pada umumnya memasang dan melakukan sendiri konfigurasi terhadap sistem, lebih cenderung mengerti teknologi dibanding pengguna Microsoft Windows atau Mac OS. Mereka sering disebut hacker atau geek. Namun stereotipe ini semakin berkurang dengan peningkatan sifat ramah-pengguna Linux dan makin luasnya pengguna distribusi. Linux telah membuat pencapaian yang cukup baik dalam pasaran komputer server dan komputer tujuan khusus, seperti mesin render gambar dan server web. Linux juga mulai populer dalam pasaran komputer desktop.
Linux merupakan asas kepada kombinasi program-server LAMP, kependekan dari Linux, Apache, MySQL, Perl/PHP/Python. LAMP telah mencapai popularitas yang luas di kalangan pengembang Web.
Linux juga sering digunakan sebagai sistem operasi embeded. Biaya pengadaan Linux yang murah memungkinkan penggunaannya dalam peralatan seperti simputer, yaitu komputer berbiaya rendah yang ditujukan pada penduduk berpendapatan rendah di Negara-negara berkembang.
Dengan lingkungan desktop seperti KDE dan GNOME, Linux menawarkan antarmuka pengguna yang lebih menyerupai Apple Macintosh atau Microsoft Windows daripada antarmuka baris teks seperti Unix. Oleh karena itu, lebih banyak program grafik dapat ditemui pada Linux yang menawarkan berbagai fungsi yang ada pada utilitas komersil.
[sunting]Pasar serta kemudahan pemakaian
Saat ini, linux yang pada awalnya hanya merupakan sistem operasi yang digunakan oleh peminat komputer, telah menjadi sistem yang lebih mudah digunakan (user-friendly), dilengkapi dengan antarmuka grafis dan ketersediaan berbagai macam aplikasi yang lebih mirip dengan sistem operasi lainnya, daripada hanya sebatas baris perintah Unix. Namun kesan ini telah menimbulkan banyak kritikan, termasuk dari pendukung Linux. Mereka berpendapat bahwa Linux dan proyek program bebas masih belum mencapai faktor "kemudahanan dalam pemakaian" yang memuaskan. Persoalan tentang kemudahan Linux dibanding Windows atau Macintosh masih menjadi isu perdebatan yang hangat. Pasaran Linux pada segmen komputer meja masih lebih kecil namun semakin berkembang. Menurut Lembaga Penyelidikan Pasaran IDC, besar pasaran Linux pada tahun 2002 adalah 25% pada segmen server, dan 2.8% pada segmen pasar Komputer pribadi.
Bagi mereka yang terbiasa menggunakan Windows atau Macintosh, Linux mungkin terasa lebih sukar, hal ini disebabkan karena perbedaan dalam melakukan berbagai kerja komputer. Dan lagi, pengguna perlu mengganti program yang sering mereka gunakan dengan program lain sebagai pengganti bila program tersebut tidak didapati dalam Linux (atau pilihan yang agak terbatas, misalnya permainan komputer). Faktor lain adalah sifat keraguraguan pengguna untuk melepaskan sistem operasi mereka yang biasa mereka pergunakan (banyak pengguna masih menggunakan Windows). Selain itu, kebanyakan komputer baru telah dilengkapi dengan sistem operasi Windows siap pakai (preinstalled). Faktor-faktor ini menyebabkan perkembangan Linux yang agak lambat.
Walau bagaimanapun, kelebihan Linux seperti biaya rendah, sekuritas yang lebih aman, dan tidak bergantung pada vendor, telah meningkatkan penggunaan yang luas di kalangan korporasi dan perkantoran. Dalam situasi ini, halangan yang disebut di atas dapat dikurangi karena hanya aplikasi/utiliti yang terbatas digunakan, serta administrasi dan konfigurasi komputer (administration) dikendalikan oleh sekumpulan pekerja pakar IT yang sedikit.
Terdapat berbagai kajian yang dilakukan terbatas biaya serta kemudahanan Linux. Relevantive (sebuah lembaga berpusat di Berlin, yang mengkhususkan diri dalam riset lembaga tentang ke'mudahan'an program, serta servis web) telah membuat kesimpulan bahawa ke-dapatpakai-an Linux dalam pekerjaan dengan menggunakan komputer meja adalah hampir sama dengan Windows XP. Bagaimanapun, kajian oleh IDC (yang dibiayai oleh Microsoft) mengklaim bahwa Linux mempunyai biaya pemilikan (Total Cost of Ownership) yang lebih tinggi dibanding Windows.
Linux juga sering dikritik karena jadwal penembangannya yang tidak dapat diduga. Secara langsung, menyebabkan minat penggunaan linux pada lapisan pengguna Enterprise lebih kecil dibandingkan sistem operasi lain (Sumber:Marcinkowski, 2003). Disamping itu, ragam pilihan distribusi Linux yang cukup banyak juga dikatakan membingungkan konsumer, dan vendor program.
[sunting]Instalasi
Proses instalasi Linux yang sukar seringkali menjadi penghalang bagi pengguna baru, namun proses ini sekarang sudah menjadi lebih mudah. Dengan penerimaan Linux oleh beberapa pabrikan komputer pribadi besar, komputer terpasang (built up) dengan distribusi Linux siap pakai saat ini banyak tersedia. Selain itu, terdapat juga distribusi Linux yang dapat dijalankan (boot) secara langsung dari cakram optik (CD) tanpa perlu diinstalasi ke cakram keras (hard disk); hal ini dikenal dengan istilah Live CD. Contoh distribusi dalam bentuk Live CD adalahKnoppix/Gnoppix, Kubuntu/Ubuntu dan Gentoo. Saat ini hampir semua distribusi Linux menyediakan versi Live CD untuk produknya. ISO image untuk cakram optik untuk distribusi Linux tersebut biasanya dapat diunduh dari Internet, dibakar ke CD, dan selanjutnya dapat digunakan sebagai CD yang siap untuk proses boot. Bahkan ISO image untuk beberapa distro dapat langsung di jalankan tanpa perlu membakar kedalam CD/DVD.
Instalasi Linux juga merupakan instalasi berupa suite, yaitu dimana penginstalasian tersebut secara otomatis menginstalasi program-program standar, seperti pemutar MP3, Office Suite, dan pengolah gambar.
[sunting]Konfigurasi
Konfigurasi setelan Linux dan aplikasi di atasnya banyak yang dilakukan lewat berkas teks di direktori /etc. Pada perkembangan selanjutnya, utilitas seperti Linuxconf dan GNOME System Tools memudahkan pekerjaan ini lewat antarmuka grafik. Kendati demikian, baris perintah (command line) tetap merupakan cara yang paling umum digunakan.
[sunting]Dukungan
Dukungan bagi Linux biasanya didapatkan melalui peer(dalam konteks ini maksudnya kelompok pengguna linux/KPLI) - pengguna Linux lain di dalam forum internet, IRC, newsgroup danmailing list. Kelompok Pengguna Linux (LUG, Linux User Group) telah didirikan di seluruh dunia untuk membantu pengguna lokal, pengguna baru, dan pengguna berpengalaman. Di Indonesia kelompok ini tergabung dalam KPLI daerah seperti KPLI Jakarta, KPLI Bandung, KPLI NTB dan masih banyak lainnya. Bantuan termasuk instalasi, penggunaan, pengadaan serta menggalakkan pengembangan sistem Linux.
Dukungan resmi Linux di Indonesia dapat diperoleh di Linux User Group (LUG) Indonesia atau http://linux.or.id atau http://www.infolinux.or.id
Dukungan komersil bagi distribusi Linux secara umum menggunakan model bisnis dengan menyediakan dukungan teknis. Dukungan pihak ketiga juga sudah tersedia.
[sunting]Skala usaha pembangunan Linux
Sebuah studi (More Than a Gigabuck: Estimating GNU/Linux's Size [2]) Terhadap Red Hat Linux 7.1 menemukan bahwa distribusi ini berisi 30 juta baris kode sumber (‘’source lines of code (SLOC)’’). Menggunakan model biaya COCOMO studi ini menunjukan bahwa distribusi ini memerlukan waktu pengembangan sebanyak 8000 tahun, apabila software ini di kembangkan dengan cara proprietary konvensional. Dan akan menghabiskan sekitar 1.08 miliar dolar (dolar tahun 2000) untuk dikembangkan di Amerika Serikat.
Mayoritas dari kode (71%) ditulis dalam C, namun banyak bahasa lain digunakan, termasuk C++ shell scripts, Lisp, assembly language, Perl, Fortran dan Python.
Sekitar setengah dari kodenya di lisensikan di bawah GPL.
Kernel Linux mengandung 2.4 juta baris kode, atau sekitar 8% dari total kode yang dipakai dalam sebuah distribusi/distro. Hal ini menunjukan bahwa mayoritas dari distribusi Linux terdiri dari kode yang tidak terkandung dalam Kernel Linux.
[sunting]"GNU/Linux"
Lihat Kontroversi Penamaan GNU/Linux
GNU adalah singkatan dari GNU's Not Unix.
Disebabkan utiliti-utiliti dari proyek sistem operasi bebas GNU - tanpa ini sistem Linux tidak akan menyerupai sistem Unix dalam perspektif pengguna - Richard Stallman dari GNU/FSFmemohon agar kombinasi sistem (proyek GNU dan kernel Linux), disebut sebagai "GNU/Linux". Pengguna distribusi Linux dari proyek Debian lebih cenderung menggunakan nama tersebut. Kebanyakan pengguna lebih mudah menggunakan istilah "Linux".
[sunting]Tindakan Undang-undang (Litigasi)
Artikel utama: SCO Vs IBM Pada Maret 2003 Grup SCO (SCOG - SCO Group) telah mengeluarkan gugatan terhadap IBM yang mengklaim bahwa IBM telah memasukkan sebagian besar bahan intelektual milik SCOG (kode sumber) ke dalam kernel Linux, padahal ini merupakan pelanggaran terhadap lisensi IBM untuk menggunakan UNIX. Disebutkan bahwa lisensi tersebut dipegang oleh Kelompok SCO. Tambahan lagi, Kelompok SCO juga telah mengirim surat kepada beberapa lembaga dan memberi ancaman tentang penggunaan Linux tanpa lisensi dari kelompok SCO akan menerima tindakan dari mereka. Kelompok SCO juga mengeluarkan pernyataan pada media massa bahwa mereka akan menggugat pengguna Linux selanjutnya. Kontroversi ini telah mencetus beberapa kecaman oleh Kelompok SCO terhadap Novell, DaimlerChrysler, dan AutoZone, selain gugatan balik oleh Red Hat dan pihak lain terhadap SCOG.


Minggu, 16 Februari 2014
Posted by Unknown
Tag :

Berkat Prosesor Baru, Harga Ponsel Bisa Lebih Murah



Di akhir tahun ini, bisa jadi bakal makin banyak ponsel pintar yang dijual dengan harga terjangkau, namun memiliki spesifikasi yang lebih tinggi. Hal tersebut dimungkinkan berkat kehadiran desain arsitektur ARM terbaru yang dibuat oleh ARM Holdings.

ARM Holdings baru saja mengumumkan desain prosesor baru yang diberi nama Cortex-A17. Dikutip dari Mashable, ARM mengklaim bahwa ponsel atau tablet yang menggunakan prosesor berarsitektur A17 bisa lebih hemat 60 persen dibanding perangkat yang menggunakan arsitektur A9. Dengan demikian, vendor yang menggunakan prosesor A17 bisa meningkatkan fitur dan performa produknya.

Desain A17 disebut ARM Holdings bisa menangani video 4K dan mendukung pemotretan dengan resolusi foto hingga 20 megapixel. Ditambah lagi dukungan layar yang bisa ditingkatkan hingga Quad HD. Desain terbaru ARM ini juga dikatakan bisa terhubung dengan perangkat wearable melalui koneksi Bluetooth dan ANT+.

Arsitektur A17 ini diharapkan akan digunakan oleh sebagian besar vendor pada pertengahan 2015 mendatang. Selain ponsel pintar dan tablet, A17 juga diharapkan bisa memberi tenaga Smart TV yang tahun depan diprediksi akan terjula hingga 140 juta unit.

Salah satu perusahaan pembuat prosesor yang sudah meluncurkan prosesor berarsitektur A17 adalah MediaTek. Prosesor terbaru ini disebut-sebut akan menggantikan posisi desain arsitektur Cortex-A9, yang telah berusia 6 tahun.

Walau kemampuannya meningkat, namun MediaTek mengatakan bahwa ponsel pintar premium yang mengusung A17 bisa dijual dengan harga lebih murah, sekitar 200 dollar AS tanpa subsidi.

Desain prosesor ARM saat ini memang paling banyak digunakan untuk perangkat mobile. Kendati demikian, perusahaan Intel selaku pengembang desain arsitektur prosesor X86, terus mengejar ketertinggalannya dari ARM.

Melalui lini produk prosesor Atom, Intel gencar bermain di segmen pasar menengah ke bawah. Mereka terus berusaha membuat desain prosesor yang hemat daya namun tetap menawarkan performa yang kencang.

Posted by Unknown

Windows 8 Tembus 200 Juta Kopi



Sistem operasi terbaru buatan Microsoft, Windows 8, mencapai prestasi baru dari sisi penjualan. Kendati demikian, pertumbuhan Windows 8 ternyata lebih lambat dibandingkan pendahulunya, Windows 7.

"Windows 8 sekarang telah melampaui 200 juta lisensi, dan cukup menakjubkan," kata Tami Reller, Executive Vice President Marketing Microsoft, dalam konferensi teknologi Goldman Sachs, Kamis (13/2/2014).

Microsoft meluncurkan Windows 8 pada Oktober 2012. Butuh waktu satu tahun lebih bagi Windows 8 untuk mencapai penjualan lisensi di atas 200 juta. Sementara Windows 7, hanya dalam waktu setahun, berhasil menjual 240 juta lisensi.

Salah satu alasan melambatnya pertumbuhan Windows 8 disebabkan oleh menurunnya permintaan pasar atas komputer pribadi (personal computer/PC).

Lembaga riset Gartner memprediksi, pengiriman PC sepanjang 2013 mencapai 315,9 juta unit atau turun 10 persen dibandingkan 2012. Angka itu tercatat sebagai penurunan terbesar sepanjang sejarah pasar PC. Jumlah PC yang dikapalkan pada 2013 terjerembab hingga menyamai volume yang terekam empat tahun sebelumnya, pada 2009.

Penjualan PC dikalahkan oleh perangkat komputer tablet, yang dinilai lebih mendukung mobilitas serta menyediakan aplikasi yang dinavigasi dengan sentuhan jari.

Reller mengatakan, aplikasi merupakan salah satu fokus Microsoft untuk mengembangkan ekosistem Windows 8. "Prioritas nomor satu tim pengembang kami adalah memastikan aplikasi tersebut benar-benar ada," katanya, seraya mengatakan bahwa Microsoft juga akan mengoptimalkan windows 8 di PC dengan layar ukuran kecil.

Microsoft telah memperbarui sistem operasi Windows 8 yang memasuki versi 8.1. Di versi ini, perusahaan yang didirikan oleh Bill Gates tersebut mengembalikan tombol Start yang sebelumnya hilang pada Windows versi 8.

Sumber : tekno.kompas.com
Sabtu, 15 Februari 2014
Posted by Unknown

Pembuat Game Flappy Bird Mau Dibunuh !



Flappy Bird boleh saja telah terbang tinggi dengan popularitasnya. Pun demikian, hal itu tak lantas membuat bahagia Dong Nguyen -- si pembesut Flappy Bird.

"Para awak media terlalu berlebihan merespons kesuksesan game saya. Saya tidak pernah menginginkan hal ini, jadi tolong beri saya ketenangan," tweet pembuat Flappy Bird, Dong Nguyen.

Lantaran merasa dikejar-kejar sorotan media, Nguyen lantas 'mematikan' Flappy Bird yang sedang meroket. Game itu ditarik dari Apple App Store dan Google Play.

"Ini tidak terkait dengan hukum. Ini lebih karena saya ini tidak bisa mengontrolnya lagi," tambah postingan Twitter Minggu dini hari tersebut.

Impian untuk mendapatkan kembali kehidupan normal sejatinya jadi alasan Nguyen untuk mematikan game burungnya. Namun apa lantas jadi kenyataan?

Sepertinya tidak semulus yang dibayangkan. Buktinya, setelah pengumuman mengejutkannya tersebut, akun Twitter Nguyen langsung diserbu para fans Flappy Bird.

Ada yang menerima alasan Nguyen, kaget, penuh rasa curiga, hingga tak sedikit yang mengumbar kekesalan terhadap keputusan developer asal Vietnam tersebut.
Nah, yang paling di luar akal sehat adalah, sampai ada fans Flappy Bird yang mengumbar ancaman pembunuhan terhadap Nguyen.

Bahkan ada pula yang menodongkan pistol ke mulut dengan mengancam bakal bunuh diri jika Nguyen tak mengubah keputusannya tersebut.



Entah ini sekadar aksi lebay, iseng-iseng atau memang saking frustasinya mereka yang mengumbar ancaman seperti itu. Yang pasti, aksi ini bikin kita geleng-geleng kepala. Padahal, user yang sudah menginstal tetapi bisa memainkan game ini.

Bahkan kabar terbaru dari isu ini adalah Dong Nguyen dikabarkan telah bunuh diri karena saking frustasi dengan popularitasnya. Namun tenang, itu cuma kabar hoax yang diletupkan sebuah situs satir alias lucu-lucuan.

Namun tetap saja, kabar ini sudah kadung menyebar di Twitter. Jadi, jangan sampai tertipu ya!

Senin, 10 Februari 2014
Posted by Unknown
Tag :

Kominfo Uji Samsung Galaxy S5 ?

Ilustrasi

Samsung memang masih membisu soal Galaxy S5. Namun di dunia maya, isu seputar ponsel anyar tersebut sudah ramai disuarakan. Termasuk soal kehadirannya di Indonesia.

Kementerian Kominfo sendiri diisukan tengah melakukan sertifikasi terhadap Galaxy S5. Pada situs Ditjen Sumber Daya dan Perangkat Pos Informatika (SDPPI) Kementerian Kominfo, diketahui telah mengurus sertifikasi ponsel terbaru Samsung dengan kode SM-G900H yang berasal dari manufaktur asal China, Vietnam, dan Korea Selatan.

Nah, menurut SamMobile, SM-G900H ini merupakan salah satu tipe dari Galaxy S5. Disebutkan ada empat tipe dari Galaxy S5. Yakni SM-G900A yang dibuat untuk operator AT&T, SM-G900S untuk Korea, SM-G900F untuk pasar Eropa, dan SM-G900H untuk Indonesia.

Samsung memang belum mengeluarkan pernyataannya soal kabar ini. Namun jika menengok ke belakang, kode untuk varian tersebut bisa saja benar.

Seri Galaxy S4 misalnya diberi kode GT-i9500, Galaxy S3 disebut GT-i9300, Galaxy S2 GT-i9100, serta Galaxy S versi pertama mengusung kode nama GT-i9000.

SamMobile menyebutkan Galaxy S5 akan memiliki layar 5,25 inch 2560×1440. Pada bagian belakangnya, disematkan kamera 16 megapixel. Prosesor yang menjadi otaknya bisa Exynos 6 atau Snapdragon 805, bergantung ada tidaknya dukungan 4G LTE pada ponsel tersebut.

Untuk sistem operasi, Galaxy S5 diperkirakan sudah bisa mencicipi Android KitKat nantinya. Semua fitur tersebut akan terbalut dalam dua pilihan material casing. Ya, sumber tersebut mengatakan Samsung akan menawarkan dua versi Galaxy S5 yakni yang berbahan metal dan satunya lagi casing plastik.

Tampaknya Samsung akan mengikuti jejak Apple dengan menawarkan dua versi ponsel. Tentu Anda masih ingat, Apple beberapa waktu lalu menawarkan iPhone 5C yang bermaterial plastik, dan iPhone 5S yang lebih premium.

Sumber : detikInet
Senin, 03 Februari 2014
Posted by Unknown

Kominfo Dorong Tablet Lokal Rp 800 Ribuan


Jakarta - Ramai-ramai berita mengenai rencana Foxconn membangun pabriknya di Indonesia ternyata ikut menggugah Kementerian Kominfo untuk ikut mendorong lahirnya pabrik yang memproduksi perangkat lokal.

“Sebetulnya pabrik yang merakit ponsel sudah ada di Batam. Sekarang yang kita rintis adalah pabrik untuk memproduksi tablet lokal dan berharga terjangkau untuk mahasiswa,” ujar Menkominfo Tifatul Sembiring, di kantornya, Kamis (30/1/2014).

Tifatul menjelaskan pabrik yang dimaksud merupakan hasil kerjasama antara Kamar Dagang Indonesia (KADIN) dengan beberapa pengusaha swasta. Sayangnya, menteri tak menjelaskan lebih detil mengenai rencana tersebut.

“Nantinya kita inginkan agar pabrik ini bisa menghasilkan tablet dengan harga Rp 800 ribuan. Sehingga bisa dipakai oleh mahasiswa dan masyarakat awam,” sebutnya.

Memang tablet ini tak menjamin seratus persen akan dibenamkan dengan komponen lokal. Pasalnya, kata Tifatul, selama masih bisa dibeli dari luar, mengapa harus memaksakan diri untuk dikerjakan semua di dalam negeri.

“Bisa saja desainnya dari luar, kita yang tinggal merakitnya. Atau komponen penting seperti prosesor beli di luar, intinya tak semua harus dikerjakan di Indonesia. Ingin seperti China atau Amerika Serikat? Itu susah mengejarnya,” tandas menteri asal PKS tersebut.

dikutip dari : Detik Inet
Sabtu, 01 Februari 2014
Posted by Unknown

Cara Instal BBM di Android Gingerbread 2.3.x



Tutorial ini telah dijamin oleh warga Xperia Ray Indonesia TM, dan berhasil ketika di coba di armv7 dengan versi android 2.3.4 .
Jika sobat ingin mencobanya di armv6, silahkan sobat ikuti tutorial  Cara Instal BBM di Android Gingerbread 2.3.x  dibawah ini :

cara BBM an untuk Gingerbread (dijamin bisa)

Syarat untuk Android Sobat

- Rooted
- Instal Titanium Backup

Setelah semua syaratnya terpenuhi, selanjutnya :
1. install dulu BBM port dari ics DISINI
2. kemudian buka dan backup bbm tadi dengan titanium backup
3. Setelah itu uninstall BBM tersebut
4. install bbm untuk gingerbread
beta, download DISINI
5. kemudian restore data only BBM tadi di titanium backup
6. Selamat ber BBM an ria.. :D

semoga artikel mengenai  Cara Instal BBM di Android Gingerbread 2.3.x  bisa bermanfaat bagi sobat semua, see you next time.. Jangan lupa tinggalkan komentar sobat ya ? :)

Tested by : Sony Ericsson Xperia Ray ST18i
Android : 2.3.4

Kamis, 30 Januari 2014
Posted by Unknown

Ada Samsung Dibalik Penjualan Motorola ke Lenovo ?



 Lenovo telah mengumumkan kesepakatan dengan Google untuk membeli divisi handset Motorola senilai 2,91 miliar dollar AS atau sekitar Rp 35 trilliun. Pembelian tersebut merupakan transaksi teknologi terbesar yang dilakukan Lenovo sejauh ini.

Sebelumnya, memang telah terdapat "tanda-tanda" bahwa Google akan melepas Motorola setelah mengakuisisi perusahaan ini pada 2012 lalu senilai 12,5 miliar dollar AS. Ketika itu, banyak yang menduga bahwa tujuan Google tak lain adalah menguasai portfolio paten mobile milik Motorola yang berjumlah sekitar 17.000.

Tapi alasan sebenarnya mungkin lebih dari itu. Christopher Mims dari Quartz menduga bahwa dulu Google membeli Motorola untuk mengimbangi Samsung yang telah meraksasa di ranah Android.

Hubungan antara Google dan Samsung memang agak unik. Di satu sisi, Google diuntungkan oleh penyebarluasan Android lewat handset Samsung. Akan tetapi, posisi Samsung yang terlalu mendominasi ekosistem Android disinyalir membuat khawatir raksasa internet itu.

Di sisi lain, Samsung telah menunjukkan sinyalemen bahwa pihaknya tak mau terlalu tergantung dengan platform Android besutan Google. Hubungan Samsung-Google menegang setelah Google membeli divisi handset Motorola, terlebih setelah Motorola menelurkan model-model Android ciamik seperi Moto X dan Moto G.

Akusisi atas Motorola menjadikan Google bukan hanya kawan Samsung, tapi juga lawannya secara langsung di bisnis perangkat keras. Produsen elektronik Korea tersebut lantas meningkatkan tekanan terhadap Google dengan merilis OS mobile buatan sendiri dengan nama Tizen.

Rujuk

Belakangan, Samsung dan Google terlihat "rujuk" melalui kerja sama lisensi paten. Minggu ini Samsung juga menyatakan bakal berhenti menyediakan layanan yang serupa milik Google di handset buatannya.

Layanan dimaksud antara lain toko aplikasi Samsung Hub dan Media Hub yang ditempatkan di muka interface berbagai seri handset Galaxy. Kedua layanan tersebut mengancam layanan Google Play dan media library di Android karena memiliki fungsi yang mirip.

Samsung juga menebar berbagai aplikasi inti yang serupa dengan pilihan default di Android, termasuk browser, sistem e-mail, notifikasi, messaging, dan lain-lain. Akibatnya, pengguna handset Samsung harus memilih aplikasi mana yang akan dipakai: milik Samsung atau Google?

Kini, dengan berhentinya Samsung meniru layanan-layanan tersebut, kebingungan tak akan terjadi lagi. Segera setelah pemberitahuan Samsung, Google mengumumkan bakal menjual Motorola ke Lenovo sehingga tak lagi menjadi pesaing Samsung di bisnis handset.

Apakah ada kaitan di balik penjualan Motorola dengan perjanjian kerjasama Google-Samsung? Apakah itu harga yang harus "dibayar" agar Samsung setia dengan Android?

Motorola di Lenovo

Lalu, apa yang akan terjadi dengan Motorola setelah dibeli Lenovo? Produsen asal China ini memiliki posisi yang kuat di negara-negara berkembang, sementara Moto G banyak disebut sebagai handset Android murah terbaik.

Dengan membeli Motorola, Lenovo membuka jalan ke wilayah-wilayah pasar di Amerika Tengah dan Utara dimana Moto X dan Moto G disambut baik oleh konsumen. Boleh jadi, Lenovo akan memperbarui Moto X dan Moto G tahun ini, dan menjadikannya sebagai produk andalan.

"Kami akan menggunakan mereknya (Motorola) untuk meningkatkan bisnis kami. Brand Motorola juga sangat kuat di China," ujar CEO Lenovo Yang Yuanqing.

Apapun yang dilakukan Lenovo, Google akan menciptakan kompetitor untuk Samsung yang dikepalai oleh mantan orang Google (CEO Motorola Dennis Woodside), setidaknya untuk saat ini. Lenovo yang juga merupakan produsen PC terbesar di dunia pun telah terbukti mampu sukses di bisnis hardware dengan margin tipis.

sumber : kompas.com
Posted by Unknown

My Time

Recent Coment

Total Pageviews

Diberdayakan oleh Blogger.

Best viewed in Google Chrome - Resolution 1366 x 768 - Author by Indra 97

- Copyright © Indra Tips - Powered by Blogger - Original Designed by Johanes Djogan -